Apa Saja Dilema Saat Menjadi PNS?

PNS atau pegawai negeri sipil, sebuah pekerjaan yang diimpikan banyak orang karena berbagai iming-iming fasilitas yang akan didapatkan segera ketika lulus. Pekerjaan yang harus membuat Anda bersaing dengan ratusan ribu orang yang penempatannya belum tentu sesuai dengan pilihan Anda. Namun demikian, berbagai keuntungan yang akan didapat, bisa jadi akan menimbulkan dilema saat menjadi PNS. Namun tahukah Anda sebenarnya apa saja yang terkadang mengganggu seseorang untuk menjadi pegawai PNS dan bahkan banyak yang pada akhirnya mundur untuk beralih menjadi pegawai swasta.

dilema menjadi PNSSistem penempatan

Anda pasti pernah mendengar ketika tes CPNS akan digelar, banyak instansi yang memasang formasi sekaligus penempatan dari formasi tersebut. Terkait hal ini, banyak orang yang ingin menjadi PNS mendadak mengurungkan niatnya ketika idealisme wilayah yang menjadi sasaran tugas ternyata tidak ada. Sistem penempatan PNS yang memungkinkan semua pelamar harus siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia juga membuat banyak orang berpikir bagaimana jika harus keluar dari wilayah yang selama ini membuat pelamar CPNS yang bersangkutan nyaman. Sebagai contoh ada seseorang yang ingin melamar instansi pemerintah dengan penempatan Pulau Jawa, namun ketika formasinya dibuka ternyata penempatan formasi yang diinginkan hanya ada di Pulau Maluku, tentu hal tersebut menjadi dilema tersendiri, terlebih ketika pelamar CPNS telah menyusun rencana bersama keluarga atau orang terdekat untuk tetap tinggal di wilayah yang sama.

Jenjang karier

Jika Anda berpikir menjadi PNS akan memiliki jenjang karir yang mudah, pendapat tersebut bisa dikatakan tidak sepenuhnya benar. Jika Anda pernah mencoba untuk melamar menjadi seorang PNS, dalam setiap formasi instansi yang tersedia pasti Anda bisa melihat ada golongan jenjang yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan, seperti misalnya golongan 3A untuk S1 dan golongan 3B untuk S2. Jenjang karir masing-masing pegawai PNS juga tidak bisa mendadak naik ke jabatan yang lebih tinggi sebelum menempuh lama masa jabatan tertentu. Hal inilah yang terkadang menjadi dilema saat seseorang ingin menjadi PNS terlebih ketika orang yang bersangkutan menganggap dirinya memiliki kemampuan yang lebih baik daripada senior di instansinya. Sistem kenaikan jabatan yang berlangsung di instansi negeri juga memiliki aturan yang tidak sederhana dibanding perusahaan swasta. Misalnya saja jika Anda bekerja di perusahaan swasta dalam 2 tahun dari jabatan yang semula hanya seorang staff bisa berubah menjadi manajer ketika kinerja Anda dianggap jauh lebih memuaskan dibanding rekan sejawat, berbeda dengan PNS yang kemungkinan membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun untuk menduduki posisi cukup penting di instansi bersangkutan.

Pola gaji

PNS terkenal dengan berbagai kenyamanan yang akan diperoleh saat hari tua dan gaji yang melimpah saat masih dinas, tetapi apakah benar demikian? Seorang PNS memiliki pola gaji pokok yang sebenarnya dapat dikatakan tetap lebih rendah jika dibanding dengan pegawai swasta, namun tunjangan lain yang didapat diluar gaji memiliki nilai nominal yang lebih besar. Hanya saja besaran tunjangan masing-masing instansi terlebih jika dibandingkan antara instansi pusat dan daerah bisa jadi berbeda. Perbedaan inilah yang akhirnya menjadi dilema dan tak jarang menimbulkan praktek yang tidak sehat di kalangan PNS. Meski PNS sudah melakukan sumpah sesuai jabatan mereka, perhitungan gaji yang dianggap belum layak saat menjabat akan menimbulkan praktek seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme yang mencelakai individu PNS yang bersangkutan.

Pola kerja

Anda pasti pernah mendengar banyak keluhan negatif tentang PNS di masyarakat, seperti PNS hanya “makan gaji buta,” PNS yang memiliki kinerja lambat, dan sebagainya. Namun tanpa disadari sebenarnya penyebab hal tersebut adalah sistem struktur dan peraturan yang diterapkan dalam lingkungan PNS sendiri. Jika ada satu pegawai PNS yang malas melayani kebutuhan masyarakat, maka anggapan malas tidak hanya akan dialamatkan pada PNS yang bersangkutan tetapi juga pada seluruh pegawai instansi terkait. Hal tersebut secara tidak langsung pasti akan menjadi dilema saat seseorang berniat menjadi PNS, karena selain menenggelamkan citra baik yang dimiliki oleh sebagian pegawai PNS yang bersemangat juga akan menambah dilema saat menjadi PNS dari segi lainnya.



One Response to “Apa Saja Dilema Saat Menjadi PNS?”
  1. Nonim December 15, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *