Berijazah Palsu, PNS Dicopot Jabatannya

Terbukti berijazah palsu, PNS akan dicopot jabatan dan diturunkan satu tingkat dari pangkat sebelumnya. Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandi sedang menugaskan pimpinan instansi-instansi untuk mengecek ijazah PNS di lingkungannya. Pasalnya, kasus banyak ditemukan ijazah palsu di Indonesia merupakan kekhawatiran tersendiri kalau kalangan PNS juga menjadi bagian dari pengguna ijazah palsu ini.

Istilah ijazah palsu sebenarnya perlu diluruskan. Artinya, ijazah palsu sebenarnya tidak ada. Semua ijazah itu asli. Yang palsu adalah nomor ijazah dari perguruan tinggi serta kenyataan perkuliahan yang dilakukan. Banyak mahasiswa abal-abal yang tanpa mengikuti kuliah bisa memperoleh ijazah hanya dengan membayar sejumlah nominal rupiah. Hal ini sangat menghina dunia pendidikan apalagi jika yang melakukannya PNS.

Beberapa PNS sedang mendapat pengarahan

Beberapa PNS sedang mendapat pengarahan

Berdasarkan surat keputusan yang telah dikeluarkan oleh Kemenristek tentang daftar perguruan tinggi abal-abal, Menteri Yuddy melakukan penyisiran ijazah para PNS. Jika ada PNS yang merupakan keluaran dari perguruan tinggi tersebut, maka PNS yang bersangkutan harus siap-siap menerima sanksi dan denda.

Selain mendapat malu, PNS juga harus dicopot jabatannya. Tidak hanya itu, PNS juga harus merasakan turun satu pangkat sebagai bentuk tekanan dari pemerintah kepada PNS nakal. PNS juga diminta mengembalikan denda berupa kenaikan gaji yang diterima jika ijazah dari keluaran Perguruan Tinggi abal-abal sudah digunakan untuk kenaikan pangkat.

PNS berijazah palsu memang tidak akan dilepas statusnya dari PNS. Hal ini mengingat untuk menjadi PNS seseorang sudah melewati jalan yang sangat panjang dari seleksi tertulis, masa CPNS, hingga ia benar-benar memperoleh SK Pegawai Negeri Sipil. Ijazah dianggap sebagai bukti peningkatan kualitas diri sehingga PNS berijazah palsu hanya akan diturunkan jabatannya.

Apakah ijazah palsu dapat berimbas pada jumlah gaji serta tunjangan yang diterima oleh PNS?

Tentu saja Iya. PNS yang tertangkap memiliki ijazah palsu akan turun satu pangkat dari pangkat sebelumnya sehingga gaji dan tunjangan yang diterima pun akan disesuaikan dengan SK nya yang baru. Sebagai contoh Pak PNS saat ini golongan 3A dengan ijazah S1 saat diangkat menjadi CPNS. Karena ijazah S1-nya ketahuan palsu maka pangkatnya disesuaikan dengan ijazah terakhir yang dimiliki yaitu SMA. Dengan ijazah SMA Pak PNS akan turun pangkat menjadi 2A. Gaji pokok serta tunjangan Pak PNS akan mengalami penyesuaian dengan pangkatnya yang baru.

Untuk mengantisipasi adanya ijazah palsu di kalangan PNS, penyelenggara seleksi CPNS harus memperketat diri. bagi peserta yang lolos seleksi tes tertulis CPNS henddaknya diperiksa dengan teliti ijazahnya. Jangan sampai peserta hanya disuruh mengumpulkan foto copy ijazah tanpa memperlihatkan ijazah asli. Dengan begitu mau tidak mau peserta yang memiliki ijazah abal-abal tidak akan berani ikut serta dalam seleksi CPNS karena telah bunuh diri jika mauju dengan ijazah palsu.

PNS sebagai teladan masyarakat hendaknya berada pada garda depan. Akan sangat memalukan jika ada aparatur yang berijazah palsu.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *