Bolehkah Melahirkan Ketika Prajab?

Bolehkah melahirkan ketika prajab?

Salam sukses untuk teman-teman CPNS yang sebentar lagi akan berubah statusnya menjadi PNS. Menjadi PNS adalah dambaan banyak orang. Salah satu tahap yang harus dilalui CPNS untuk bisa menjadi PNS adalah “diklat prajabatan” atau biasa disebut diklat prajab.

Bagi peserta, diklat prajab sering dikenal “horor” dan “fantastis”. Mengapa demikian? Iklim semi militer yang ada dalam kegiatan pra jabatan memang banyak ditakuti. meskipun sebenarnya hal itu hanya serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mendisiplinkan calon Pegawai Negeri Sipil sebelum benar-benar resmi menjadi abdi negara.

Bolehkah Melahirkan Ketika Prajab.

Kehadiran peserta prajab memiliki nilai tersendiri di samping nilai tertulis dan aktualisasi. Peserta prajab yang meninggalkan kegiatan prajab maksimal 9 jam pelajaran atau setara dengan 3 session dianggap “TIDAK LULUS”. Lalu, bagaimana jika seorang peserta prajab dalam posisi hamil besar dan mendekati HPL (Hari Perkiraan Lahir)?

Persalinan adalah hari yang sangat dinanti-nantikan oleh setiap wanita yang hamil. Tapi akan menjadi kegundahan ketika dihadapkan pada posisi “hamil tua” bersamaan dengan “jadwal prajab”. Meskipun diklat prajab dapat ditunda pada tahun berikutnya, tentu bagi sebagian orang akan lebih senang jika menjalani diklat bersama reka seangkatan. Jika Anda berada pada posisi tersebut, Anda bisa memilih keduanya jika kondisi ibu dan bayi di dalam kandungan dalam keadaan sehat.

Bagaimana caranya?

1. Pastikan tanggal HPL di dokter/bidan

2. Meminta pertimbangan penyelenggara diklat

3. Meminta izin kepada penyelenggara diklat untuk tidak mengikuti kegiatan ‘fisik’ seperti PBB

4. Meminta izin untuk diberi waktu bersalin jika tiba-tiba peserta melahirkan di tengah-tengah kegiatan

5. Segera kembali ke tempat diklat untuk mengejar presensi kehadiran

6. Meminta izin untuk membawa si kecil ke asrama

7. Mengerjakan tugas secara lengkap

8. Mengikuti ujian akhir

Adanya komunikasi yang baik akan membantu peserta prajab mendapat predikat “LULUS” dan si buah hati dapat terawat dengan baik.

Yuk Baca Juga : Hak Cuti Melahirkan bagi CPNS



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *