Cara Menghitung Zakat PNS

Selama ini Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang muslim sudah mengenal berbagai macam jenis zakat. Diantaranya adalah zakat fitrah, zakat mal, dan zakat profesi. Zakat pegawai negeri merupakan suatu kesadaran bukan paksaan. Sebagai umat beragama yang baik, zakat pegawai negeri adalah kewajiban bahkan kebutuhan. Jadi tidak ada istilah paksaan dalam pembayaran zakat.

Lalu bagaimana cara menghitung zakat PNS?

Zakat pegawai negeri bisa dikategorikan ke dalam zakat profesi. Ada beberapa pendapat yang membahas penghitungan zakat profesi PNS. Pertama, pendapat PNS dianggap sama dengan hasil pertanian dengan nishab zakat 653 kg beras dan kadar zakat 5 atau 10 %. Pembayaran gaji bisa dilakukan setiap bulan setelah pegawai tersebut menerima gaji. Namun pegawai juga diperbolehkan membayar setelah satu tahun. Kedua, zakat profesi disamakan dengan zakat perdagangan atau zakat emas. Nishab emas adalah 24 karat dengan kadar zakat 2,5 %. Penghitungan boleh diakumulasikan setelah terkumpul satu tahun. Ketiga, nishab zakat disamakan dengan nishab 653 kg beras dan kadar zakat 2,5 %.

Dari ketiga pendapat di atas yang paling banyak digunakan adalah pendapat ketiga karena dianggap tidak memberatkan orang yang berkewajiban membayar zakat (muzakki).  Untuk memperjelas cara penghitungan zakat profesi, berikut ini akan diberikan contoh cara menghitungnya:

Seorang PNS menerima gaji per bulan 3.000.000.

Harga 1 gram emas 250.000

Ukuran nisab zakat pertahun 85 gram x 250.000 = 21.250.000

Zakat pertahunnya adalah 2,5% x 21.250.000 = 531.250

Rata-rata pendapatan gaji per bulan 21.250.000 : 12 = 1.770.833 (jadi bila gaji per bulan 3.000.000 sudah memenuhi)

Jadi, zakat yang dikeluarkan tiap bulan 2,5% x 1.770.833 = 44.270

Dari perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa PNS, TNI, dan POLRI yang menerima gaji dalam satu tahun mencapai nominal 21.250.000 atau rata-rata per bulan 1.770.833  sudah dikategorikan ke dalam wajib zakat.

Apakah potongan pinjaman bank ikut dihitung dalam zakat PNS?

Ya, bagi PNS yang memiliki tanggungan potongan bank maka ikut dimasukkan dalam penghitungan. Dari gaji bersih yang diterima dikurangi tanggungan yang harus dibayarkan ke bank dalam setiap bulannya. Begitu juga dengan kebalikannya. Bagi PNS yang menerima berbagai tunjangan seperti tunjangan lain di luar gaji maka nominal tunjangan tersebut ditambahkan dengan gaji per bulan.Dari jumlah gaji ditambah tunjangan nantinya akan dikalikan 2,5% untuk mencapai nominal zakat yang dibayarkan.

Penyaluran zakat harus dipastikan “tepat sasaran”. Sebelum membayarkan zakat profesi sebaiknya pegawai tahu siapa saja yang berhak menerima zakat. Ada delapan orang yang berhak menerima zakat. Di antaranya adalah fakir (orang yang tidak mempunyai harta), miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari=hari, riqab (budak), gharim (orang yang terbelit hutang ), muallaf (orang yang baru masuk Islam), fisabilillah (pejuang di jalan Allah), ibnu sabil (perantau dan musyafir), dan amil zakat (pengelola zakat).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *