Cuti Besar PNS, Syarat dan Ketentuan

Selain cuti di luar tanggungan negara dan cuti bersalin yang durasinya cukup lama, ada juga yang namanya cuti besar bagi PNS. Jenis cuti ini merupakan salah satu hak yang diatur dengan undang-undang.

Cuti Besar adalah cuti yang diberikan kepada PNS yang telah bekerja secara terus menerus minimal selama 6 tahun dengan lama cuti 3 (tiga) bulan termasuk cuti tahunan dalam tahun tersebut.

Ilustrasi:

Parti seorang PNS di Direktorat Jenderal Pajak secara terus menerus bekerja sejak tahun 2005. Pada tanggal 26 Maret 2015 Tuti mengajukan permohonan cuti besar. Setelah diproses baru pada tanggal 1 April 2015 terbit keputusan pemberian cukti tersebut dari pejabat yang berwenang unuk terhitung mulai 1 April 2015.

dari ilustrasi di atas dapat disimpulkan:

  • Tuti tidak memiliki hak lagi atas cuti tahunan di tahun 2015
  • Cuti besar berikutnya hanya bisa diambil setelah 6 tahun dari tanggal pemberian cuti besar terakhir yaitu tanggal 1 April 2021.

Pengajuan cuti besar tidak serta merta disetujui. Apabila karena kepentingan dinas mendesak, maka pelaksanaan cuti besar dapat ditangguhkan untuk paling lama 2 (dua) tahun. Jika hal ini terjadi maka selama waktu penangguhan itu dihitung penuh untuk perhitungan hak cuti besar berikutnya.

Ilustrasi:

Anton Seorang PNS di Kementerian Perdagangan telah bekerja terus menerus sejak tahun 2000. Pada bulan Desember 2010, yang bersangkutan mengajukan cuti besar. Namun demikian karena ada kepentingan dinas yang sangat mendesak, pemberian cuti tersebut baru diberikan pada bulan Desember 2011 (ditunda 1 tahun). Dalam hal ini perhitungan untuk dapat mendapatkan cuti besar selanjutnya dihitung sejak Desember 2010 bukand ari bulan Desember 2011.

Jika ada kasus seorang PNS mengambil CLTN maka perhitungan durasi untuk bisa mengambil cuti besar dihitung 6 tahun sejak PNS yang bersangkutan kembali aktif berdinas sebagai Pegawai negeri sipil.

Ilustrasi:

Susanto seroang PNS di lingkungan kementerian keuangan telah bekerja secara terus menerus sejak tahun 2001. Pada tahun 2013 yang bersangkutan menjalankan cuti di luar tanggungan negara sampai dengan tahun Maret 2015 dan mulai aktif kembali berdinas pada bulan Mei 2015. Dengan demikian yang bersangkutan baru berhak memperoleh cuti besar pada bulan Mei 2021.

Peraturan Tentang Cuti Besar

  1. Undang-undang ASN (pasal 21)
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976 Tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil (pasal 19 sampai dengan 12)
  3. Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BAKN) nomor 01/SE/1977 tentang Permintaan dan Pemberian Cuti PNS (halaman 384)

Alasan Cuti Besar PNS

Apa penyebab seorang PNS mengambil cuti besar? CUti Besar biasanya diambil karena seorang PNS harus menjalankan kewajiban agamanya yang mengharuskan off dari kerjaan dalam waktu yang cukup lama seperti menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Selain naik haji PNS bisa mengambil cuti besar untuk persalinan anak yang keempat. Apabila seorang PNS mengambil jatah cuti besar kurang dari 3 (tiga) bulan, maka sisa dari cuti besarnya yang seharusnya menjadi haknya hangus.

Syarat Mengajukan Cuti Besar PNS

Jika anda ingin mengambil jenis cuti ini maka terlebih dahulu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Anda sebagai PNS harus telah bekerja minimal 6 tahun secara terus menerus.
b. Anda harus mengajukan permohonan tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti tersebut disertai dengan alasan. Berikut contoh surat permintaan cuti besar.

contoh formulir permintaan cuti besar

contoh formulir permintaan cuti besar

c. Setelah disetujui maka akan diterbitkan surat izin untuk cuti besar dengan format seperti berikut:

contoh surat izin cuti besar

contoh surat izin cuti besar

Bagaimana dengan Hak Keuangan PNS?

Jika seorang PNS mengambil cuti besar maka ia akan tetap menerima penghasilan penuh (gaji dan tunjangan) tetapi tidak diberikan uang makan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *