Cuti Melahirkan (Bersalin) bagi PNS

Bagi PNS perempuan pasti akan mengalami fase hidup mulai dari menikah, hamil, dan juga melahirkan. Ketika seorang PNS hamil dan akan melahirkan kepadanya diberikan hak untuk berhenti sementara waktu dari pekerjaan kantor mulai dari sebelum kelahiran sampai setelah kelahiran. Hak ini disebut dengan cuti bersalin. Cuti ini manjadi bagian 6 jenis cuti pns yang tercantum dalam pasal 3 Peraturan Pemerintah nomor 24 Tahun 1976.

Kapan serong PNS mendapatkan Hak Cuti Bersalin?

Cuti bersalin diberikan kepada seorang PNS hanya untuk kelahiran anak yang pertama, kedua, dan ketiga. Untuk kelahiran anak yang keempat kepadanya diberikan cuti yang berbeda yaitu cuti di luar tanggungan negara.

Berapa lamanya Cuti Melahirkan?

PNS yang akan melahirkan mendapatkan jatah cuti bersalin 1 bulan sebelum persalinan dan 2 bulan setelah persalinan. Tanggal persalinan menggunakan tanggal perkiraan HPL dari dokter. Jumlah 1 bulan sebelum dan 2 bulan sesudah tersebut tidak bisa digeser. Misalkan andan mau melahirkan dan mangambil cuti 2 minggu sebelum melahirkan maka cuti yang anda dapatkan setelah melahirkan tetap 2 bulan bukan 2 bulan ditambah 2 minggu. Untuk persalinan keempat dan seterusnya PNS bisa menggunakan hak cuti besarnya jika masih ada.

Syarat Pengajuan Cuti Bersalin

  1. Sebelum mengambil cuti PNS Wanita yang akan menjalani persalinan harus membuat permohonan tertulis cuti bersalin kepada pejabat yang berwenang (biasanya eselon III bidang kepegawaian) secara hirarki melalui atasan langsung. Biasanya dengan melampirkan asli surat keterangan hari perkiraan lahir (HPL) dari dokter.
  2. Berikut bentuk format surat permohonan cuti melahirkan.
    surat permohonan cuti melahirkan
  3. Setelah diproses oleh unit kepegawaian, kemudian akan dibuat surat ijin cuti bersalin seperti format berikut ini.
    keputusan surat ijin bersalin

Bagaimana dengan CLTN untuk persalinan anak keempat atau seterusnya?

Pada prinsipnya sama. PNS yang mau melahirkan mengajukan permohonan tertulis kepada pejabat yang bewenang. Kemudian ketiak PNS tersebut telah selesai masa cuti di luar tanggungan negara untuk persalinan tersebut harus melapor ke unit untuk kemudian diaktifkan kembali dalam jabatan semula melalui keputusan pejabat yang berwenang.

Jika anda ingin lebih jelas lagi tentang cuti melahirkan ini bisa dibaca Surat Edaran BKN nomor 01 tahun 2007 atau menanyakan langsung ke unit kepegawaian tempat anda berdinas.



10 Responses to “Cuti Melahirkan (Bersalin) bagi PNS”
  1. desi April 15, 2015
    • wikipns April 24, 2015
      • dhilla September 16, 2015
        • wikipns September 25, 2015
  2. Ririn Zulhijah September 29, 2015
  3. D Marta September 30, 2015
  4. Evi October 19, 2015
    • wikipns October 23, 2015
  5. Dina Agustina November 6, 2015
    • wikipns November 11, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *