Info Pengangkatan Tenaga Honorer K2 tahun 2015

Demo besar-besaran yang dilakukan oleh tenaga honorer di bawah Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) tampaknya belum sepenuhnya memberikan angin segar bagi para tenaga honorer. Pasalnya, meskipun pemerintah menjanjikan akan mengangkat mereka, namun kenyataannya tidak semua tenaga K2 bisa diangkat. KemenPANRB tidak ingin mengangkat K2 dengan mengabaikan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Sesuai peraturan yang berlaku, Aparatur Sipil Negara terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jika memang yang bersangkutan tidak lolos seleksi PNS, maka akan diusahakan masuk dalam PPPK. Namun jika keduanya tidak memenuhi syarat, K2 tidak bisa memaksa pemerintah untuk mengangkat mereka.

Dalam demo kemarin, Ketua FHK2I Titi Purwaningsih menyampaikan 10 aspirasi di depan Menteri Yuddy Chrisnandi:

1. Moratorium ASN reguler tuntaskan seluruh tenaga honorer

2. Berikan upah layak bagi honorer sebesar UMP

3. Tertibkan regulasi tentang penuntasan honorer K2 menjadi ASN

4. Tingkatkan kesejahteraan tenaga honorer dalam APBD di daerah provinsi, kabupaten, dan kota. Berikan jaminan kesehatan melalui kepesertaan BPJS

5. Tetapkan Anjab dan ABK untuk tenaga honorer dalam e-formasi

6. Angkat seluruh tenaga honorer menjadi PNS

7. Beri kesempatan sertifikasi

8. Tolak ujian kompetensi guru (UKG)

9. Cabut KepMen JukNis TPG

10. Cabut Permen PANRB No.16 tahun 2009

MenPANRB Yuddy Chrisnandi akan berusaha keras untuk menyelesaikan polemik status tenaga honorer selama empat tahun ke depan (2015-2019). Pasalnya, tenaga honorer yang usianya masih cukup bisa mengikuti seleksi penerimaan CPNS formasi umum (jika memenuhi syarat). Jika tidak, maka tenaga honorer harap berusaha keras untuk lolos seleksi administrasi dan seleksi tertulis dalam alur penerimaan CPNS sesuai persyaratan yang berlaku. Upaya yang dilakukan MenPANRB dalam menuntaskan masalh tenaga honorer tidak ingin menyalahi peraturan yang berlaku. Segala sesuatu ada aturannya. Bukan berarti setelah demo semua tuntutan langsung disetujui begitu saja.

Mereka yang dianggap tidak memenuhi kualifikasi tentu tidak akan diangkat. Mengangkat aparatur sipil negara adalah pekerjaan besar MenPANRB. Tidak semua bisa menjadi ASN. Pengangkatan asal-asalan tentu hanya akan menambah beban negara dan tentunya juga tidak akan memberikan pengaruh baik bagi masyarakat. Toh, PNS bukanlah satu-satunya jalan untuk mengabdikan diri pada negara. Meskipun tidak dipungkiri kesejahteraan menjadi bagian yang tidak terlepas dari kebutuhan hidup.

Maka untuk para honorer yang masih muda dan memiliki harapan besar untuk diangkat diharapkan lebih bersabar. Walaupun belum diangkat, pemerintah berharap tenaga honorer tetap mau menjalankan tugas sebaik-baiknya. Di samping itu semua, pemerintah juga akan berusaha sekeras mungkin agar segala usaha yang selama ini diberikan tenaga honorer tidak terbuang sia-sia. Pemerintah sendiri sadar, instansi bisa “cacat” tanpa tenaga honorer. besarnya kebutuhan yang tidak seimbang dengan kemampuan negara dalam mengangkat seluruh tenaga honorer merupakan “PR” yang harus segera diselesaikan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *