Kabar Pengangkatan Tenaga Honorer Terbaru

Sepertinya pemerintah butuh waktu yang cukup panjang untuk menuntaskan kasus “tenaga honorer”. Pasalnya, keberadaan tenaga honorer menjadi polemik yang harus segera diperjelas nasibnya. Apakah ada kepastian untuk diangkat sebagai PNS atau tetap harus melalui proses seleksi CPNS laiknya golongan umum?

Sebelumnya pemerintah telah memberi peringatan kepada pemerintah maupun instansi di daerah untuk tidak menerima tenaga honorer. Tapi karena beberapa pertimbangan seperti kebutuhan pegawai yang mendesak maka tenaga honorer itu masih di lakukan oleh beberapa instansi. Hal itulah yang diasumsikan menjadi salah satu sebab pemerintah daerah kehabisan anggaran untuk menggaji pegawai honorer.

Pada tahun 2005 pemerintah memang pernah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi CPNS. Tenaga Honorer itu sering disebut sebagai THK-II.

pengangkatan cpns

Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) negara melarang pemerintah pusat dan daerah untuk merekrut tenaga honorer. Jadi, tenaga honorer tidak bisa menuntut pemerintah untuk menuntut diangkat. Karena dalam proses pengangkatan CPNS dari tenaga honorer pemerintah perlu mempertimbangkan antara kebutuhan dan kemampuan masing-masing daerah dalam mempersiapkan anggaran.

Untuk tenaga honorer K-II tidak perlu berkecil hati. Bagi yang masih muda dapat mengikuti seleksi CPNS jalur umum. Sedangkan yang sudah berusia di atas 35 tahun dapat mencoba seleksi perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K).

Kementerian PANRB bersama Komisi II DPR pada Senin 04/05/2015 telah mengadakan audiensi dengan perwakilan tenaga honorer KII. Mereka berharap lama pengabdian dapat dijadikan pertimbangan dalam pengangkatan CPNS. Artinya, hasil tes tidak menjadi poin utama dalam penilaian. Dengan kata lain ada nilai-nilai kemanusiaan yang harus diperhatikan pemerintah atas nasib orang-orang yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi.

Pada pertemuan tersebut telah diusulkan sistem seleksi CPNS bagi tenaga honorer K-II. Peserta audiensi mengusulkan untuk “hanya” memberikan seleksi administrasi kepada THK-II tanpa mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT). Sistem CAT dapat menghambat tenaga honorer untuk diangkat menjadi CPNS mengingat kemampuan pengoperasian komputer yang minim. Mereka berharap pemerintah menghargai jasa tenaga honorer yang telah menjalankan tugas layaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Masalah baru yang ditemui tenaga honorer adalah adanya kebijakan moratorium CPNS selama masa pemerintahan Presiden Jokowi. Padahal selama ini banyak ditemukan kasus tenaga honorer K-II tidak valid justru malah diangkat sedangkan yang valid sampai saat ini belum mendapatkan kepastian kapan akan diangkat.

Mengingat kembali, ada tiga syarat tenaga honorer K-II dapat dianggap valid dan dapat diangkat sebagai CPNS; (1) bekerja minimal satu tahun terhitung sejak 31 Desember 2005; (2) mendapat gaji bulanan rutin dari APBN atau APBD; (3) tidak pernah putus sebagai tenaga honorer.

Pengangkatan semua tenaga honorer secara bersamaan tampaknya emmang tidak mungkin. Tenaga honorer yang valid dapat diangkat secara bertahap dengan tetap memperhatikan profesionalitas kinerja. Maka gairah dan semangat tenaga honorer hendaknya tetap dipertahankan sampai giliran mereka tiba diangkat sebagai pegawai tetap dan menjadi abdi negara.

 

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *