Kemendikdasmen Upayakan Rekrutmen CPNS Guru 2015

Kemendikdasmen keberatan jika tidak ada rekrutmen CPNS guru. Adanya keputusan penundaan pelaksanaan rekrutmen CPNS oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi menimbulkan banyak polemik tak terkecuali bagi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Adanya Surat nomor B/2163/M.PAN-RB/06/2015 yang memutuskan bahwa terhadap rencana penerimaan pegawai baru (CPNS) di lingkungan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk tahun 2015 dilakukan penundaan jelas sesuai dengan harapan dari Kemendikdasmen. Terlebih lagi penundaan ini tidak diberikan batas waktu yang jelas.

Kemendikdasmen Upayakan Rekrutmen CPNS Guru 2015

Pasalnya, rekrutmen tahun 2015 diperlukan untuk menggantikan tenaga pengajar atau guru yang akan pensiun di tahun ini. Jika melihat statistik data di Eselon I Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan Kemendikdasmen, untuk tahun 2015 kebutuhan tenaga guru yang ideal (Angka Kebutuhan Guru) adalah sebanyak 492.765 tenaga pendidik. Dengan tiga provinsi teratas yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masing-masing dengan kebutuhan 99.176, 54.431, dan 52.837 tenaga guru.

Jika memperhitungkan jumlah PNS guru dan tenaga Guru Tidak Tetap (GTT) yang ada kekurangan kebutuhan Guru mungkin bisa saja dipenuhi. Akan tetapi timbul masalah karena tidak mungkin jika disebuah sekolah negeri tidak ada PNS sama sekali. Jadi, PNS yang pensiun idealnya tetap harus mendapatkan ganti.

Menurut berita yang berhasil penulis himpun, dari pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan segera mengirimkan surat resmi kepada Menpan-RB yang pad intinya mengajukan agar diberikan kelonggaran untuk dapat diadakan rekrutmen CPNS di tahun 2015 khusus untuk formasi guru. Jika dihitung masih ada sisa waktu 5 bulan, waktu yang cukup jika Kementerian PAN-RB melakukan rekrutmen CPNS untuk memenuhi formasi kebutuhan guru.

Kebijakan Menteri PAN-RB ini dirasa kurang sejalan dengan program Nawa Cita Pemerintah. Pasalnya dalam rangka mewujudkan wajib belajar minimal 12 tahun pemerintah mencanangkan program pembangunan 8 ribu hingg 10 ribu unit sekolah baru sampai 4 tahun ke depan. Tambahan sekolah baru sebanyak itu juga harus dipikirkan tenaga pendidiknya. Jangan sampai ada sekolah, ada siswa, tetapi tidak ada guru.

Jika sekolah-sekolah yang baru tersebut adalah sekolah negeri maka idealnya harus diisi pegawai dengan status CPNS atau PNS. Tidak tepat jika kebutuhan guru di sekolah negeri diserahkan ke guru tidak tetap atau tenaga dari swasta.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *