Macam-Macam Cuti PNS

Salah satu hak yang akan dimiliki seorang PNS di Indonesia adalah hak cuti. Tentu saja, hak ini akan diberikan ketika seorang Pegawai Negeri Sipil telah menunaikan kewajibannya dengan baik. Bagi anda yang saat ini berprofesi sebagai PNS mungkin sudah merasakan yang namanya cuti PNS. Cuti di PNS ada berbagai macam dengan aturan dan ketentuan yang berbeda. Berikut infromasi lengkap yang kami himpun mengenai hal tersebut.

Peraturan Cuti PNS

Diatur di mana saja sih Cuti PNS tersebut? Jawabannya:

  1. Undang-undan Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Hak cuti disebutkan dalam bagian kesatu pasal 21 UU ini. Disitu disebutkan bahwa selain gaji, tunjangan, dan berbagai fasilitas finansial lainnya, seorang PNS juga diberi hak Cuti. Ketentuan sebelum UU ASN yang mengatur cuti ada di Undang-undang nomor 8 tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepgawaian pada pasal 8.
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil. Berhubung peraturan pemerintah untuk pelaksanaan UU ASN belum ada maka untuk saat ini (Desember 2014) masih menggunakan PP 24 Tahun 1976 yang masih berlaku. Di peraturan pemerintah ini diatur dengan jelas hak cuti apa saja yang diperoleh seorang PNS.
  3. Peraturan di masing-masing kementerian. Peraturan turunan PP 24 1976 akan berbeda di setiap kementerian. Contoh di Kementerian Keuangan, cuti diatur dengan Surat Edaran Menteri Keuangan nomor SE – 3559 /MK.1/2009.

Definisi Cuti

Cuti atau yang dalam bahasa inggris disebut dengan “leave” adalah periode waktu ketika seseorang terbebas dari pekerjaan utamanya tetapi tidak kehilangan pekerjaannhya tersebut. (sumber : wikipedia). Sedangakan menurut Pasal 8 UU Pokok Kepegawaian, yang dimaksud dengan cuti adalah tidak masuk kerja yang diijinkan dalam waktu tertentu. Sedikit berbeda redaksinya, di PP 24 tahun 1976 disebutkan bahwa cuti adalah keadaan tidak masuk kerja yang diijinkan dalam waktu tertentu.

Siapakah Yang berhak Memberikan Cuti?

Menurut Pasa 2 PP 24 tahun 1976 disebutkan yang berhak memberikan cuti adalah:

  • Pimpinan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara bagi Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara ;
  • Menteri, Jaksa Agung, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara, dan pejabat lain yang ditentukan oleh Presiden bagi Pegawai Negeri Sipil dalam lingkungan kekuasaannya;
  • Kepala Perwakilan Republik Indonesia bagi Pegawai Negeri Sipil yang ditugaskan pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Macam-Macam Cuti PNS

A. CUTI TAHUNAN

  • Cuti tahunan hanya boleh diambil oleh seorang PNS bekerja sekurang-kurangnya 1 tahun secara terus menerus. Biasanya dihitung 1 tahun sejak TMT CPNS.
  • Lamanya cuti tahunan adalah 12 hari dengan dikurangi cuti bersama. Jadi jumlah cuti tahunan itu termasuk di dalamnya cuti bersama.
  • Untuk mengambil cuti tahunan minimal 3 hari. Biasanya PNS dapat mengambil cuti tahunan kurang dari 2 hari tetapi jika berturut-turut digabung dengan cuti bersama.
  • PNS yang ingin mendapatkan cuti tahunan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti
  • Jika anda melaksanakan cuti di tempat yang terpelosok dan sulit transportasi, cuti dapat ditambah menjadi maksimal 14 hari dalam satu tahun.
  • Cuti tahunan dapat ditangguhkan oleh pejabat berwenang paling lama satu tahun.
  • Cuti tahunan yang ditangguhkan di tahun sebelumnya dapat digunkan pada tahun berikutnya dengan jumlah akumulasi maksimal 24 hari.
  • Cuti tahunan tidak diberikan kepada PNS guru sekolah dan dosen perguruan tinggi karena sudah mendapat libur sesuai ketentuan yang berlaku.

B. CUTI BESAR

  • PNS dapat mengambil cuti besar dengan syarat telah mengabdi sekurang-kurangnya 6 tahun secara terus menerus.
  • Lamanya cuti besar adalah 3 bulan dan jika PNS mengambil cuti besar maka ia tidak punya hak cuti tahunan di tahun yang sama.
  • Cuti besar diajukan secara tertulis.
  • Selam cuti besar, PNS tetap mendapatkan penghasilan penuh..

C. CUTI SAKIT

  • Seorang PNS yang menderita sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari berhak mendapatkan cuti sakit dengan memberitahukan kepada atasannya.
  • Jika PNS sakit 2 (dua) s.d. 14 (empat belas) hari maka berhak mendapatkan cuti sakit dengan syarat mengajukan permohonan tertulis dengan melampirkan surat keterangan dari dokter atau rumah sakit.
  • Jika PNS sakit lebih dari 14 hari masih berhak melakukan cuti sakit dengan syarat mengjukan permintaan tertulis kepada pejabat yang berwenang dengan melampirkan surat keterangan dari dokter yang ditunuk oleh menteri kesehatan.
  • Cuti sakit diberikan paling lama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang dengan menggunakan surat keterangan dokter yang ditunjuk menteri kesehatan.
  • Jika PNS sakit lebih dari 1 tahun maka harus diuji kembali kesehatannya oleh dokter yang ditunjuk menteri kesehatan. Apabila berdasarkan hasil pengujian yang bersangkutan belum sembuh maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya.
  • Bagi  PNS permepuan yang sakit karena keguguran diberikan cuti sakit paling lama satu setengah bulan.

D. CUTI BERSALIN

  • Cuti bersalin hanya diberikan untuk persalinan anak pertama, kedua, dan ketiga dan untuk kelahiran keempat dan seterusnya diberikan cuti diluar tanggungan negara
  • Lamanya cuti bersalin PNS adalah sebulan sebelum dan dua bulan sesudah persalinan. Biasanya menggunakan HPL dari dokter untuk pengajuan cutinya.
  • Selama cuti bersalin PNS tetap mendapatkan penghasilan penuh.

E. CUTI ALASAN PENTING

Cuti Alasan Penting Karena Anak Sakit

Cuti Alasan Penting Karena Anak Sakit

  • Yang dimaksud cuti alasan penting adalah cuti karena alasan:
    – ibu, bapak, adik, kakak, istri, anak, suami, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dunia
    – salah seorang anggota sebagaimana tersebut pada poin di atas meninggal dunia dan menurut hukum PNS yang bersangkutan yang harus mengurus hak-hak anggota keluarga yang meninggal
    – melangsungkan perkawinan pertama
    – alasan penting lainnya berdasarkan keputusan presiden
  • Lamanya cuti alasan penting maksimal 2 bulan
  • PNS harus mengajukan permohonan tertulis dan apabila mendesak dan tidak dapat menunggu keputusan dari pejabat berwenang maka pejabat atau atasan dapat memberikan ijin tanpa perlu menunggu keluarnya izin cuti
  • Selama cuti alasan penting PNS tetap mendapat penghasilan penuh

F. CUTI DI LUAR TANGGUNGAN NEGARA (CLTN)

  • CLTN hanya dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja terus-menerus minimal 5 tahun
  • Alasan CLTN bisa alasan pribadi yang penting dan mendesak (anak sakit, ikut suami ke luar negeri, sakit dan butuh perawatan lama)
  • CLTN paling lama 3 tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 tahun
  • PNS yang CLTN harus dibebaskan dari jabatannya kecuali CLTN karena kelahiran anak keempat dan seterusnya
  • Hati-hati jika CLTN sudah berakhir tetapi PNS tidak segera melaporkan ke instansi induknya maka ia akan diberhentikan dengan hormat.
  • Setelah melaporkan ke instansi induk PNS akan ditempatkan kembali sebagai PNS apabila ada lowongan formasi di instansi tersebut. Jika tidak ada pimpinan instansi akan melaporkan ke BAKN untuk kemungkinan ditempatkan di instansi lain.

Demikian tadi macam-macam cuti PNS dan serba-serbinya. Selengkapnya bisa anda baca Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1976. Semoga bermanfaat. 😀



92 Responses to “Macam-Macam Cuti PNS”
  1. zulkifli January 10, 2015
    • wikipns February 20, 2015
  2. desiana April 10, 2015
    • wikipns April 11, 2015
  3. heru April 13, 2015
    • wikipns April 24, 2015
  4. heru April 13, 2015
    • wikipns April 24, 2015
  5. agus April 18, 2015
  6. allin April 18, 2015
    • wikipns April 24, 2015
  7. heru April 20, 2015
    • wikipns April 24, 2015
  8. ariesta April 28, 2015
    • wikipns May 8, 2015
  9. yuliani May 12, 2015
  10. Wanda May 12, 2015
  11. Mulya Nanda Hariandja May 20, 2015
    • wikipns May 26, 2015
  12. imam subekti May 28, 2015
  13. Dwi June 7, 2015
  14. inan June 9, 2015
  15. Anna June 12, 2015
    • wikipns June 14, 2015
    • IKA July 1, 2015
      • wikipns July 2, 2015
  16. jumak ali June 19, 2015
    • wikipns June 21, 2015
      • eka December 21, 2015
        • wikipns December 21, 2015
  17. sutarni June 23, 2015
  18. yunika June 23, 2015
  19. Arya June 24, 2015
  20. eko June 25, 2015
  21. Novil June 30, 2015
    • wikipns July 2, 2015
  22. ACHMAD FAIZIN July 1, 2015
    • wikipns July 2, 2015
  23. darmawaty July 2, 2015
  24. Tifany July 3, 2015
    • wikipns July 4, 2015
  25. Nurmayana Siregar, SE, MSi July 4, 2015
  26. yusriadi July 8, 2015
    • wikipns July 12, 2015
  27. Anggainsan July 8, 2015
    • wikipns July 12, 2015
  28. andy July 24, 2015
  29. sea.oke July 25, 2015
  30. amel July 27, 2015
  31. Yeni Haerani August 5, 2015
    • wikipns August 11, 2015
      • miftahurohman September 3, 2015
        • wikipns September 7, 2015
  32. ani August 13, 2015
  33. mala August 20, 2015
  34. elisa September 11, 2015
    • wikipns September 25, 2015
  35. yayu September 17, 2015
    • wikipns September 25, 2015
  36. eman September 28, 2015
    • Muaz November 28, 2015
      • wikipns November 29, 2015
  37. Andi Sugianto October 4, 2015
    • wikipns November 24, 2015
  38. Steven damanik October 12, 2015
  39. Dini October 26, 2015
  40. sari andi October 31, 2015
  41. kurnia putri November 10, 2015
    • wikipns November 11, 2015
  42. Dini November 18, 2015
  43. Ingrid November 19, 2015
    • wikipns November 19, 2015
  44. Toni November 26, 2015
    • wikipns November 26, 2015
      • Martinus Ara Kian November 27, 2015
  45. Martinus Ara Kian November 27, 2015
    • wikipns November 29, 2015
  46. Anggainsan November 30, 2015
  47. Muh maulana December 1, 2015
    • wikipns December 3, 2015
  48. Arin Agustin December 13, 2015
  49. Agus Lukman December 13, 2015
    • wikipns December 18, 2015
  50. Anton December 22, 2015
    • wikipns December 22, 2015
  51. mona January 13, 2016
    • wikipns January 14, 2016
  52. Adi January 18, 2016
    • wikipns January 18, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *