Pegawai Pajak, Menantu Idaman Para Mertua

Tidak dapat dipungkiri, melihat fakta sebenarnya bahwa para pegawai pajak secara financial sangat mapan, maka banyak yang mengatakan enaknya bersuami/beristri pegawai pajak. Bagi para orang tua, pasti menginginkan anaknya mendapat pendamping hidup yang sebaik-baiknya, dilihat dari bibit, bebet dan bobotnya. Salah satu criteria tersebut, kemapanan ekonomi juga menjadi perhitungan tersendiri bagi para orang tua ketika harus merelakan anaknya menjadi milik orang lain. Salah satu pekerjaan yang memenuhi criteria tersebut adalah pekrjaan sebagai pegawai pemerintahan, seperti pegawai pajak, beacukai dan lainnya. Selain dari sisi finasial yang menenangkan pihak orang tua, memiliki menantu pegawai pajak pun menjadi kebanggaan tersendiri. Tetapi tetap saja yang namanya kehidupan pastilah ada yang membahagiakan dan ada yang membuatnya mengelus dada pula. Selain kemapanan secara financial, beberapa rintangan dalam berumah tangga dengan pegawai pajak juga harus dihadapi. Sebelum kita mengulas apa saja enaknya bersuami/beristri pegawai pajak, kita bahas sedikit rintangan yang seringkali dihadapi.

Baca Juga : Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak

Rintangan bersuami/beristri pegawai pajak

Pegawai Pajak Menantu Idaman Para Mertua

sumber gambar : pajak.go.id

Tidak dapat dipungkiri banyaknya kasus korupsi yang menimpa pihak pegawai pajak sedikit mempengaruhi nama baik instansi tersebut. Meski sebenarnya msih banyak para pegawai pajak yang baik dan jujur di dalamnya, kasus – kasus korupsi pada badan pegawai pajak bagai nila setitik merusak susu sebelanga. Dan menjadi pasangan dari seorang pegawai pajak pun secara tidak langsung terkena dampaknya. Bagaimana tidak, banyak orang yang secara spontan bereaksi sedikit negative ketika mengetahui orang beristri atau bersuami pegawai pajak, seperti berkomentar, “oh pegawai pajak, pasti besar ya gajinya”. Ini adalah tanggapan bernada sinis ini minimal didapat oleh mereka.

Enaknya bersuami/beristri pegawai pajak

Menjadi pegawai pajak yang notabene berkerja dibawah pemerintahan pastilah memiliki penghasilan yang menenangkan, karena selain gaji pokok, diberikan juga sejumlah uang tunjangan. Hal ini tentu saja sangat lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan kehari-hari. selain itu, kebutuhan pendidikan anak juga mendapat jaminan dengan adanya biaya yang cukup. Hal ini juga menjadi pertimbangan para orang tua. Pekerjaan pegawai pajak juga seringkali mengharuskannya hidup secara nomaden atau berpindah-pindah, seperti misalnya ketika ditugaskan harus ke kota atau ke pulau lain, bahkan penugasan mutasi yang mengharuskanya memboyong sekaian keluarga kecilnya. Meski ada segi ketidaknyamanannya, namun dengan ini, mereka yang beristri/bersuami pegawai pajak dapat sekaligus menyambangi tempat-tempat bagus diIndonesia, yang sangat diidam-idamkan oleh banyak orang. Dan masih banyak lagi pastinya keuntungan memiliki suami atau istri yang bekerja sebagai pegawai pajak.

Meskipun tetap ada rintangannya, namun segala sesuatu bukankah harus tetap disyukuri. Maka benar saja yang mengatakan enaknya bersuami/beristri pegawai pajak, karena antara kekurangan dan keuntungannya harus tetap disyukuri.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *