Perbedaan Tugas Belajar dan Izin Belajar PNS

tugas belajar dan izin belajar PNSMelanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan salah satu upaya meningkatkan kompetensi PNS. Pasalnya, melalui perkuliahan tingkat lanjut seorang PNS dapat memperbaiki kompetensi menuju pelayanan prima. Hal  ini merujuk pada kata-kata mutiara “Belajar itu sepanjang hayat”. Jadi, meskipun sudah menjadi PNS bukan berarti kegiatan pembelajaran berhenti setelah SK diterima. Melainkan ini adalah tittik awal dari proses belajar yang sebenarnya.

Akan menjadi perjuangan yang besar ketika seorang PNS akan melanjutkan pendidikan. Mengapa demikian? Sebagai abdi negara, PNS memiliki tugas kedinasan yang tidak dapat ditinggalkan dengan mudah. Ada prosedur0prosedur khusus untuk menjalankan pendidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam urusan  ini PNS menentukan langkah mana yang akan diambil, “tugas belajar” atau “izin belajar”? Meskipun terkesan sama, namun tugas belajar dan izin belajar memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Pertama, tugas belajar diartikan kegiatan mengikuti sekolah formal untuk jenjang lebih tinggi dengan biaya ditanggung oleh negara. Sedangkan izin belajar adalah mengikuti sekolah formal untuk jenjang lebih tinggi dengan bbiaya sendiri dan dilakukan di luar jam kantor atau di luar jam kedinasan.

Kedua, biaya untuk tugas belajar dapat bersumber dari APBN, APBD, bantuan badan/lembaga, bantuan pihak asing yang tidak mengikat, dan sumber lain yang sah. Adapun biaya yang ditanggung antara lain perjalanan PP dari tempat tugas belajar, tunjangan selama tugas menjadi pegawai, alat pelajaran, buku, uang kuliah, ujian, penelitian, seminar, study tour, pengobatan dan perawatan kesehatan yang layak ditanggung. Sedangkan untuk izin belajar keseluruhan biaya pendidikan tak terkecuali menjadi tanggungan pribadi.

Ketiga, peserta tugas belajar tidak diwajibkan melaksanakan tugas-tugas kedinasan sedangkan peserta izin belajar masih berkewajiban melaksanakan seluruh tugas pada jam dinas sehingga peserta izin belajar memiliki “bebab ganda”.

Keempat, tugas belajar dapat dilaksanakan di luar kota maupun luar negeri karena peserta tidak terikat pada tugas kedinasan. Izin belajar hanya boleh dilaksanakan di dalam kota agar kegiatan belajar dapat sejalan dengan tugas kedinasan.

Untuk izin belajar, poin penting yang harus dipersiapkan adalah izin dari kepala instansi dari tempat bekerja. Tanpa izin tersebut seorang PNS tidak bisa bebas melanjutkan studi karena terkait pada izin penggunaan gelar. Tanggal ijazah yang tidak sesuai dengan tanggal SK pengajuan izin belajar akan menjadi permasalahan dalam pengakuan penyematan gelar terbaru.

Berbeda dengan izin belajar, selain mendapat izin dari pimpinan peserta tugas belajar memilki syarat-syarat tertentu:

  1. PNS di lingkungan departemen sekurang-kurangnya 2 tahun atau sejak diangkat menjadi PNS melalui perizinan khusus
  2. Sehat secara jasmani maupun rohani ditunjukkan dengan surat keterangan sehat
  3. DP3 dalam 2 tahun terakhir sekurang-kurangnya bernilai baik
  4. Memperoleh rekomendasi dari pimpinan unit kerja
  5. Lulus seleksi
  6. Menandatangi perjanjian tugas belajar
  7. Jaminan pembiayaan tugas belajar
  8. Adanya persetujuan dari Sekretariat Negara Republik Indonesia jika tugas belajar akan dilaksanakan di luar negeri
  9. Memperoleh rekomendasi dari atasan langsung terkait bidang studi yang akan ditempuh sesuai dengan tugas pekerjaannya bagi tenaga fungsional umum, struktural atau bidang studi linier bagi tenaga fungsional

Semoga bermanfaat.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *