PNS Boleh Poligami, Asal ….

Idealnya, pernikahan sakinah hanya menggandeng satu laki-laki dan satu perempuan. Tapi bagaimana dengan kondisi yang membawa seseorang dalam kenyataan “poligami”? Apalagi yang melakukan poligami itu PNS.

Saat ini banyak PNS berpoligami. Dengan sadar dan terang-terangan mereka menikah lebih dari satu kali. Mereka bisa hidup harmonis tanpa ada perang cecok atas ketidakadilan. PNS juga manusia. Itulah alasan yang sering digulirkan. Menikah lebih dari satu kali juga menjadi bagian dari kebutuhan. Alasannya memang berbeda-beda. Ada yang karena tidak memiliki keturunan dengan istri pertama, memiliki harta lebih, rasa kasihan, nafsu, atau benar-benar rasa cinta yang tumbuh bercabang. Sebagai seseorang yang berstatus PNS, Anda tak perlu galau. Pemerintah tidak melarang PNS laki-laki berpoligami. Hal ini diatur dengan jelas dalam PP Nomor 45 tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS.

Dalam PP tersebut ada peraturan yang menjelaskan bahwa:

  1. PNS pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat (ehm, lebih baik izin daripada menikah diam-diam)
  2. PNS wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat (posisi PNS wanita sangat dihormati)
  3. Permintaan izin sebagaimana dalam ayat 1 diajukan secara tertulis (surat diketik dengan rapi)
  4. Dalam surat permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat 3 harus dicantumkan alasan yang lengkap mendasari permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang.

Dari aturan di atas dapat terlihat bahwa wanita PNS tidak boleh dipoligami. Tidak hahal baginya menjadi istri kedua PNS. Jadi, jika ada PNS laki-laki ingin menikah lagi, ia harus mencari wanita yang tidak berstatus PNS karena ini aturan penting.

Setelah mengajukan izin kepada pejabat, Anda harus lebih bersabar. Perlu waktu sekitar 3 bulan untuk memperoleh pemberian atau penolakan izin berpoligami. Tidak semua surat permohonan disetujui oleh petugas. Ada juga surat izin yang ditolak mentah-mentah karena alasannya tidak tepat. Jika ada satu syarat alternative atau ketiga syarat komulatif belum terpenuhi, maka pernikahan poligami pns tidak dapat terlaksana. Lalu apa saja yang termasuk syarat alternative dan syarat komulatif.

Yang termasuk syarat alternative adalah jika istri tidak melaksanakan kewajiban sebagai istri, istri cacat badan atau memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan istri tidak bisa memberikan keturunan. Sedangkan untuk syarat komulatifnya adalah persetujuan tertulis dari istri, PNS memiliki harta berlimpah untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak dibuktikan surat pajak penghasilan. Dan ada jaminan akan berlaku adil.

Diduakan bukanlah harapan seorang istri. Tapi ketika menerima kenyataan lebih baik poligami daripada berzina tentu seorang istri akan berpikir dua kali. Apalagi jika sudah memiliki keturunan. Tentu nasib secara fisik maupun psikis anak akan menjadi pertimbangan bagi seseorang untuk berpoligami atau tidak ….



No Responses to “PNS Boleh Poligami, Asal ….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *