Seragam Dinas ASN

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah sosok yang sering disorot masyarakat. Melalui seragam dinas ASN, keberadaan abdi negara di tengah masyarakat akan semkain lebih jelas. Terlebih dalam hal kinerja dan kedidiplinan kerja. Pasalnya, selama ini banyak pegawai-pegawai nakal yang berkeliaran di jam kerja. Seperti belanja ke pasar, keluyuran di swalayan, dan berbagai tempat yang seharusnya tidak demikian. Pentingnya seragam dinas ASN pun menjadi perhatian bagi Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat. Secara tidak langsung seragam ini akan melaporkan tindakan PNS-PNS nakal di luar sana.

Kurang disiplinnya ASN Indonesia adalah penyakit yang sudah lama merambah di seluruh instansi. Dari telat masuk kerja, berkeliaran di jam kerja untuk urusan pribadi, sampai pulang kerja lebih awal. Pelanggaran disiplin kerja pegawai yang sudah tercatat dalam PP Nomor 53 tahun 2010 ini dapat diantisipasi melalui sergam dinas yang jelas, tegas, dan bersanksi jika ada yang melanggarnya.

Wacana Seragam Putih Hitam

Sersgam dinas dengan motif putih hitam ala Jokowi menjadi wajah baru bagi kepegawaian. Bagaimana tidak? Presiden yang berasal dari kota Solo ini memang memperkenalkan baju putih lengan panjang dan bawahan celanan hitam panjang sebagai seragam kerjanya. Bahkan beberapa saat ini sudah banyak kementerian yang menggunakan seragam putih gelap itu. Alasannya, putih merupakan lambang kesucian. Artinya, PNS itu harus suci dari tindak korupsi. Bahkan tidak hanya PNS, tenaga honorer pun ikut menggunakan kebijakan ini.

Kenyataannya, kondisi ini justru menjadi polemik. Banyak yang menganggap putih hitam menjadi seragam yang lucu. Terutama bagi PNS yang sering dinas di lapangan. Warna putih sangat mudah kotor. Selain itu, kesan rapi hanya tampak pada pagi hari. Setelah bekerja seharian, keringat tidak dapat dihindari. Apalagi bagi pegawai yang tidak menggunakan fasilitas AC di kantornya. Bagi yang sering membolos, seragam putih sebenarnya malah memberikan kelonggaran. Tidak akan terlihat beul bahwa mereka ASN. Banyak karyawan-karyawan training dan anak sekolah yang menggunakan seragam putih. Justru ini menjadi terobosan bagi PNS nakal untuk beraksi.

Pertanyaannya saat ini adalah pentingkah menggunakan seragam dinas baru?

Sebenarnya esensi kualitas kinerja bukanlah pada seragam, melainkan pada kesungguhan. Kesungguhan itu bisa dilacak dengan pengawasan yang semakin ketat dan serius. Seragam memang memberikan peran. Namun tidaklah dominan peran seragam terhadap profesionalisme ASN. Untuntuk itu peningkatan kesadaran atas masing-masing tugas pokok fungsi perlu dikembangkan. Tidak hanya sekadar teori tapi praktik nyata adalah harapan.

Untuk dapat memberikan pelayanan prima, ASN harus disiplin. Kedisiplinan itu dapat dipupuk dari teladan seorang pemimpin. Pemimpin yang taat tentu memberikan signal tersendiri bagi pegawainya. Bahwahan akan merasa segan jika atasannya taat. Namun ketaatan seorang pemimpin di sini tidak berarti otoritas. Pemimpin disiplin yang dekat dengan bawahan akan memperbaiki kualitas kinerja pegawai dalam rangkaian jajaran kepegawaian.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *