Sistem Penggajian Tunggal PNS 2015

Sistem Penggajian Tunggal PNS 2015-Sistem penggajian tunggal yang akan diterapkan pemerintah untuk semua PNS yang memperoleh tunjangan profesi, termasuk guru pada tahun 2015 tentu memiliki dampak. Menurut Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo, tujuan sistem penggajian tunggal adalah untuk meningkatkan kinerja, transparansi, dan keadilan PNS.

Jika selama ini status PNS dianggap sebagai “zona nyaman” karena tidak mungkin ada pemutusan hubungan kerja (PHK), melalui kebijakan ini akan diubah dengan penandatanganan kontrak kinerja. Jika memiliki kinerja bagus, maka PNS akan menerima bonus tahunan. Jadi meskipun memiliki masa kerja “lama”, tapi kinerja “kurang maksimal”, PNS tidak akan memperoleh tunjangan profesi.

Sistem Penggajian Tunggal PNS 2015

Sistem Penggajian Tunggal

Untuk menyambut kebijakan sistem penggajian tunggal yang akan diterapkan tahun depan atau selambat-lambatnya tahun 2017, PNS harus tahu betul “Apa itu sistem penggajian tunggal atau sering disebut single salary?”

Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pengertian sistem penggajian tunggal adalah gabungan pokok gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan. Kebijakan baru ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kinerja PNS  di lingkungan kerja.

Ada dua komponen dalam sistem penggajian tunggal, yaitu persentase gaji pokok sebesar 75% dan capaian kinerja sebesar 25%. Penghitungan gaji pokok didasarkan beban kerja jabatan, sedangkan capaian kerja didasarkan kinerja pegawai negeri sipil.  Sistem penggajian tunggal akan membuat wacana remunerasi menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Pro kontra

Sistem penggajian tunggal menuai pro kontra di kalangan PNS. Ada yang merasa diuntungkan, ada pula yang merasa dibuat cemas. Transparansi dalam single salary diharapkan mampu menjadi pemacu kinerja PNS yang dianggap mengalami penurunan.

Ada anggapan bahwa selama ini tunjangan “sertifikasi” bukanlah penghargaan bagi mereka yang kinerjanya bagus, melainkan hanya sekadar penghargaan “masa kerja”. Asumsi ini harus ditumbangkan dengan cara memperbaiki mutu dan tanggung jawab  SDM PNS. Hal ini menyebabkan penerima sertifikasi yang memiliki kinerja “kurang baik” akan merasa was-was kalau sampai sertifikasinya dihapus.

Prinsip sistem gaji tunggal akan memberikan transparansi “Jika kinerja bagus, maka gajinya besar. Namun, jika kinerja tidak bagus, maka gaji pun kecil”. Mengingat di instansi manapun seorang PNS bekerja memiliki gaji pokok sama jika golongannya sama. Yang membedakan adalah besar nominal tunjangan kinerja dan tunjangan kemahala. Dengan adanya kebijakan ini pemerintah berharap para PNS mau berlomba-lomba untuk memperbaiki mutu baik itu dari segi kemampuan personal maupun pada pelayanan publiknya.

Harapan

Peleburan gaji dengan tunjangan sertifikasi diharapkan tidak merugikan PNS baik itu dari segi jumlah maupun kerumitan prosedurnya. Mengingat kebijakan yang sudah berlalu, kebijakan baru selalu terkesan “tiba-tiba” dan “rumit” sehingga menambah kegelisahan PNS. Maka, PR baru pemerintah adalah segera “menyosialisasikan” kebijakan penggajian tunggal (single salary) kepada seluruh komponen PNS.



3 Responses to “Sistem Penggajian Tunggal PNS 2015”
  1. Basar September 9, 2015
    • wikipns September 25, 2015
  2. Wied Efect October 28, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *