Sosialisasi Moratorium CPNS 2015

Sosialisasi moratorium CPNS 2015 harus digalakkan. Pasalnya di Jawa Barat telah ditemukan ribuan korban penipuan yang mengatasnakan pejabat BKN Jabar. Setelah berita diperoleh, polisi langsung menindak dan hasilnya beberapa sudah tertangkap. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Yuddy Chrisnandimeminta Pemda proaktif dalam menyosialisasikan kebijakan moratorium CPNS 2015. Tujuannya agar tidak semakin banyak masyarakat yang menjadi korban calon pegawai negeri sipil.

Kasus penipuan pengadaan CPNS tampaknya menyeret nama beberapa PNS . Terkait hal tersebut MenpanRB berjanji akan memberhentikan secara tidak hormat bagi PNS yang terbukti bersalah. Tidak hanya itu, mereka juga harus menjalani proses hukum dan mengembalikan uang sejumlah yang telah dibayarkan korban.

Sebenarnya kasus penipuan yang terjadi di Jawa Barat ini disebabkan oleh kekurangsiapan sang pelaku itu sendiri. Penipuan ini terkuak saat seluruh korban dikumpulkan di Hotel Yehezkiel untuk menandatangani lembar kehadiran daftar ulang pembagian surat tugas penempatan jalur formasi umum. Dari 2.200 nama yang terdaftar hanya 420 yang dipanggi untuk tanda tangan lembar kehadiran. Ribuan orang yang ada di ruangan itu pun kesal. Sambil melemparkan puluhan pertanyaan, mereka mulai marah. Tapi dari pihak penipu sendiri justru malah meninggalkan orang-orang tersebut masuk ke salah satu ruang di lantai 1.

Karena merasa dibingungkan, para korban memutuskan pergi ke kantor BKNmenanyakan kejelasan seleksi CPNS 2015. Memperoleh ganjilan yang terasa ganjil, pihak BKN bersama paarat kepolisian mendatangi Hotel Yahezkiel. Di sana mereka mendapati ada beberapa pihak yang sedang melakukan rapat kecil bersama pihak nonBKN.

Surat tugas yang dibagikan kepada 420 korban tersebut ternyata palsu. BKN tidak pernah mengeluarkan Surat Keterangan (SK) untuk formasi umum. Salah satu tersangka yang tertangkap ternyata pegawai di Kantor Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan di Bandung.

MenpanRB mempertegas bahwa rekruitmen CPNS tidak dipungut biaya sama sekali. Jika ada pengumuman baik di media elektronik bahwa ada pungutan biaya sudah dipastikan ada unsure penipuan.

Setelah pelaku-pelaku itu tertangkap, para korban pun banyak yang terisak tangis karena telah mengeluarkan banyak uang. Ini merupakan pengalaman berharga bagi masyarakat. Untuk menjadi PNS perlu adanya keikhlasan. Jika untuk menjadi PNS malah “menyogok”, dimana letak pengabdian yang akan dilakukan?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *