Suka Duka Jadi PNS

PNS pun ada suka dukanya- Kebanyakan orang merasa menjadi PNS adalah zona ternyaman bagi titik kehidupan mereka. Mereka menempatkan PNS sebagai “tujuan” bukan “alat” untuk mencapai kebaikan-kebaikan. maka tidak jarang banyak yang setelah memperoleh predikat PNS justru bertindak sesuka hati. Hal-hal yang seharusnya menjadi tugas pokok justru dikesampingkan. Yang diutamakan hanya presensi kehadiran tanpa upaya meningkatkan kompetensi dan prestasi kerja.

Menjadi PNS memang tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Mudah dan sulit merupakan nilai-nilai yang dikembalikan pada pribadi masing-masing individu. Namun, jika ditelisik dari semakin banyaknya jumlah pendaftar seleksi CPNS dari tahun ke tahun, dapat diasumsikan bahwa “suka” menjadi PNS jauh lebih besar dibandingkan “duka” yang mengiringinya.

Apa saja “suka” menjadi PNS?

1. Memperoleh Gaji Per Bulan

Setiap bulan PNS akan memperoleh gaji yang relatif “cukup” untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Meskipun kecil, pemerintah telah memperhitungkan antara banyaknya gaji dengan harga-harga pasaran sehingga PNS diajak membelanjakan gaji dengan bijak. Bahkan sebelum menjadi PNS, CPNS di Indonesia sudah berhak menerima 80 % dari pokok gaji disertai tunjangan-tunjangan yang menjadi haknya.

Baca Juga : Gaji PNS Terbaru 2015

suka duka pns

2. Ada Kenaikan Gaji

Dalam dunia ke-PNS-an ada istilah kenaikan gaji berkala. Biasanya setiap dua tahun sekali PNS akan memperoleh SK Kenaikan Gaji Berkala. Kenaikan gaji itu didasarkan masa kerja dan tidak ada hubungannya dengan kinerja. Gaji seorang “PNS” tidak akan turun melainkan akan selalu mengalami kenaikan. Meskipun demikian, tuntutan kualitas PNS dalam melaksanakan tugas juga semakin kompleks.

3. Sertifikasi Menanti

Bagi tenaga pendidik guru dan dosen yang memenuhi syarat berhak memperoleh “sertifikasi”. Sertifikasi adalah tambahan penghasilan sesuai gaji pokok PNS. Proses mendapatkan sertifikasi tidaklah mudah. Ada beberapa perubahan skema untuk mengantongi sertifikasi. Diantaranya adalah portofolio, PLPG, dan PPG.

4. Pensiun

Salah satu alasan banyak orang ingin menjadi PNS adalah adanya jaminan hari tua yang biasa dikenal “pensiun”. Dana pensiun PNS disokong oleh PT. taspen yang secara resmi menghimpun dari pemotongan gaji PNS setiap bulannya. Biasanya, PNS akan mencapai masa purna tugas pada usia 60 tahun. Pembatasan usia ini dilatarbelakangi oleh batas usia produktif seseorang dalam bekerja. Wajarnya seseorang akan memperoleh gaji setelah bekerja. Tapi berbeda dengan PNS, PNS akan memperoleh gaji setiap bulan pada masa purna tugasnya.

Baca Juga : Batas Usia Pensiun (BUP) UU ASN

5. Memperoleh banyak kemudahan

Percaya atau tidak, status “PNS” akan memberikan banyak kemudahan bagi sebagian besar orang. Sebagai contoh dalam proses pengambilan pinjama di bank baik itu untuk pribadi maupun untuk modal usaha. Adanya slip gaji yang jelas “ada” setiap bulan akan mempermudah pihak bank untuk memotong angsuran pinjaman. Bank pun tidak menyimpan rasa khawatir kalau nasabah “nakal” dalam proses angsuran karena pemotongan otomatis langsung dari bendahara gaji.

6. Sarana Mengabdi Pada Negara

Pada dasarnya PNS adalah seseorang yang dibayar untuk mengabdikan diri pada negara. Tanpa PNS negara tidak akan dapat menjalankan tugasnya sebagai PNS. Oleh karena itu, PNS seharusnya tumbuh sebagai jiwa dan tidak hanya sekadar status dunia.

Lalu, apa duka menjadi PNS?

1. Gaji Relatif Kecil

Dibandingkan gaji pengusaha atau karyawan di perusahaan swasta, gaji PNS mungkin hanya sekitar separuhnya. Mungkin ini alasan pemerintah untuk mengajarkan abdi-abdi negaranya hidup disiplin di tengah hiruk pikuk gemerlap dunia. Dengan gaji relatif kecil, biasanya PNS akan kesulitan mengatur pembagian pengeluaran. Sebagai contoh seorang PNS memiliki penghasilan 2.500.000 per bulan. Untuk biaya makan sehari-hari diperlukan sekitar 1.000.000. Biaya bensin dan pulsa 400.000. Biaya bayar sekolah 500.000. Dana kesehatan 150.000. Hiburan seperti makan di luar 200.000. Sisa pendapatan 250.000. Dari sisa gaji ini masih belum dirancangkan jika ada pengeluaran biaya susu anak, biaya pengasuh anak, dan kos/kontrak rumah. Maka, benar jika disarankan bagi PNS untuk melakukan usaha sampingan.

2. Administrasi Kerja yang Ribet

Biasanya PNS selalu di-ribet-kan dengan berbagai administrasi kerja seperti jurnal, supervisi, dan berbagai buku-bbuku kepegawaian lainnya. Banyaknya adminitrasi yang harus dilengkapi sesungguhnya telah mengurangi jam kerja PNS. Jam yang seharusnya terfokus untuk bekerja justru malah tersita untuk melengkapi administrasi-administrasi kantor. Apalagi bagi instansi yang tidak memiliki TU sendiri.

Demikian tadi suka duka menjadi PNS. Namun bagaimana pun itu. Menjadi PNS adalah keniscayaan.



No Responses to “Suka Duka Jadi PNS”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *