Tenaga Honorer yang Diprioritaskan

Indonesia adalah negara hukum. Artinya, setiap tindakan di masyarakat dilandasi oleh peraturan-pertauran yang sifatnya mengikat. Begitu pula dalam penetapan kepegawaian negara. Ada hubungan dinas semacam jabatan tertentu dalam perekrutan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Salah satu peraturan yang mengatur pola kepegawaian adalah Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil yang sampai tahun 2015 ini belum juga terselesaikan.

Mengapa disebut tenaga honorer?

Honorer berasal dari bahasa Inggris “honor” yang berarti kehormatan. Jadi bisa diartikan tenaga honorer adalah tenaga kehormatan yang diangkat oleh negara. Tenaga honorer juga dapat dimaknai sebagai tenaga yang dibayar dengan honor sesuai kegiatan yang dilakukan secara tetap berdasarkan SK pimpinan.

pegawai honorerpegawai honorer

Meskipun sama-sama berstatus pegawai tidak tetap, namun enaga honoer memiliki tempat tersendiri. Awalnya pegawai tidak tetap memang diserahkan sepenuhnya pada kebutuha instansi. Namun setelah diturunkannya PP No. 48 Tahun 2005 seluruh pejabat di semua instansi “dilarang”  mengangkat tenaga honorer kecuali ada ketetapan khusus pada Peraturan Pemerintah.

Meskipun mulai tahun 2005 pimpinan dilarang mengangkat tenaga honorer, namun kenyataannya masih banyak pimpinan instansi yang mengangkat tenaga honorer dengan alasan “kebutuhan instansi”. Hal ini menyebabkan PP tersebut mulai mengalami kecacatan, apalagi mulai banyak SK-SK palsu yang dikeluarkan oleh kepala instansi dan kepala daerah.

Pengangkatan tenaga honorer menjadi PNS memang hanya diprioritaskan bagi tenaga guru, tenaga kesehatan di unit pelayanan kesehatan, tenaga penyuluh bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan tenaga teknis.

Munculnya tenaga honorer memang di awali dari adanya kebutuhan yang tidak seimbang dengan jumlah PNS di lingkungan instansi tempat kerja. Meskipun jumlah PNS terkesan banyak. Tapi jika ditelisik satu per satu masih banyak sekali formasi yang kosong sementara pemerintah belum siap mengangkat pegawai baru. Maka mau tidak mau tenaga pegawai-pegawai honore inilah yang digunakan. Oleh karena itu peran tenaga honorer tidak dapat dipandang sebelah mata apalagi bagi instansi “miskin PNS”.

Kebijakan pemerintah untuk membatasi pengangkatan tenaga honorer memang ada benarnya. Pasalnya dengan pembatasan itu maka data pegawai honorer yang masuk dalam administrasi data base negara tidak akan membludak. Apabila ada banyak tenaga tambahan setelah tahun 2005 itu maka negara tidak berkewajiban mengangkatnya karena sebelumnya telah dikeluarkan PP yang jelas isinya.

Calon aparatur negara perlu menanamkan pengabdian kepada bangsa dan negara. Salah satu bentuk pengabdian itu melalui alur tenaga honorer. Seperti yang telah diketahui, jika terhitung sejak tahun 2005 maka tenaga honorer yang ada di instansi saat ini telah bertahan selama 15 tahun. Tidak diragukan lagi kualitas sumber daya manusia yang kuat ini. Lamanya pengabdian biasanya akan mempengaruhi kredibilitas, profesionalisme, dan loyalitas seorang pegawai kepada instansinya.

Berikut ini adalah kriteria tenaga honorer yang dapat diangkat: (1) Memiliki batas usia untuk dapat masuk ke dalam data base paling tinggi 46 tahun dan paling rendah 19 tahun pada 1 Januari 2006; (2) Mempunyai masa kerja sebagai tenaga honorer paling sedikit satu tahun secara terus – menerus dan tidak terputus pada 31 Desember 2005; dan (3) Surat Keputusan pengangkatan tenaga honorer oleh pejabat yang berwenang, pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan mengangkat, memindahkan dan memberhentikan pegawai negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Posisi Pejabat berwenang di propinsi adalah Gubernur dan pejabat berwenang di Kabupaten adalah Bupati.

Meskipun para tenaga honorer kemungkinan besar nanti akan diangkat menjadi tenaga kontrak, namun bukan  berarti “tanpa tes”. Tahun 2015 ini peserta harus mempersiapkan diri secara matang seperti melengkapi administrasi, Tes Kompetensi Dasar (TKD) maupun Tes Kompetensi Bidang (TKB).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *