THR PNS Diberikan Saat Hari Raya (Sesuai Agama Masing-masing)

Tunjangan Hari Raya PNS – Pemerintah, di dalam faktor ini Kemenkeu (Kementerian Keuangan) akanmenghapuskan kenaikan penghasilan Petugas Negara Sipil (PNS), serta dapatditukarkan dengan pemberian dana Tunjangan Hari Raya (THR). Lantas berapa besarnya THR yang didapatkan PNS serta apa ketetapan ini bermanfaat atau justru merugikan Pegawai Negeri Sipil (PNS)?

Padahal diawal mulanya, kenaikan upah senantiasa ada pada setiap tahun sertaPNS menerima penghasilan ke-13. Sehingga, seandainya kenaikan penghasilandihapus, PNS dapat mendapati THR serta terus memperoleh pendapatan ke-13. Penghapusan ini sudah di daftar pada Rancangan Biaya Pendapatan serta BelanjaNegeri (RAPBN) 2016.tunjangan hari raya PNS

Belum ada kejelasan mengenai besar THR yang diberikan

Meskipun demikian, belum dinyatakan secara resmi berapa besaran THR yang akan diberikan tersebut yang telah dianggarkan oleh pemerintah. Hanya saja telah dikemukakan, diawal mulanya THR tersebut tak dianggarkan. Hanya saja THR pasti ada, dimana tadinya memang tidak ada THR, jika pendapatan ke-13 masihlah ada.

Diawal mulanya, Menteri Dalam Negara (Mendagri) pun sudah menyebut budgetkenaikan pendapatan PNS tahun depan ditiadakan. Padahal, pada awal mulanyabiaya yang digunakan pada kenaikan bayaran tersebut senantiasa ada di setiap tahun dengan disesuaikan besaran inflasi. Sehingga PNS masih harus kembali bertanya-tanya mengenai besaran THR yang nanti akan mereka terima.

Seluruh aparatur negeri, dimulai dari Pegawai Negara Sipil (PNS), TNI serta Polrisampai petinggi negeri hingga menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di tahun depan. Ini termasuk dalam kebijakan pengganti atas kenaikan pendapatan yangbiasanya diserahkan setiap tahun.

Kapan PNS mendapatkan‎ THR?

Penyaluran THR nyata-nyatanya disalurkan sesuai dengan perayaan  hari besarkeagamaan dari masing-masing aparatur. Contohnya bagi yang beragama Islamdapat disalurkan dikala Hari Raya Idul Fitri, sedangkan kristiani d‎isalurkan diwaktunatal. Jadi, THR tidak dapat diberikan di dalam waktu yang bersamaan. Seperti yang sudah ditetapkan harus diserahkan pada momen hari raya masing-masing agama. Sehingga benar-benar menjadi Tunjangan Hari Raya dan juga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan PNS yang menerimanya saat perayaan hari besar tersebut.

Hingga saat ini aparatur negeri benar-benar belum sempat mendapatkan THR.Upah ke 13 yang pada setiap tahun diberikan bonus bagi aparatur. PNS benar-benar belum hingga kini sempat menerima THR, lantaran bayaran ke 13 diberikan itu dalam bentuk bonus. Sekarang ini THR akan diberikan. Besarannya sama, satu bulan masa pendapatan.

Bersama pemberian THR ini di harapkan menjadi lebih berguna bagi pendudukdengan cara umum. Terlebih lagi untuk yang beragama Islam, sebab terdapatgerakan mudik ke kampung halaman yang masih membutuhkan cukup banyakanggaran. Tentu saja hal ini sebenarnya lebih bermanfaat dan tidak merugikan PNS (Pegawai Negeri Sipil) bukan?



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *