Tunjangan Profesi 2016 Diperketat

Tunjangan profesi guru akan diperketat pada tahun 2016. Artinya, untuk memperoleh sertifikasi guru tidak bisa berleha-leha dan bekerja semaunya sendiri. Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sumarna Surapranata merasa tunjangan profesi yang selama ini diterima guru “belum” tepat sasaran. Pasalnya banyak guru dengan kompetensi rendah justru memperoleh tunjangan profesi. Sedangkan yang berkompeten dan memiliki bibit bagus malah tidak memperoleh.

Dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) juga terlihat banyak guru dengan nilai di bawah 6. Bahkan dari 100 soal banyak yang hanya betul di bawah 10 soal. Hal ini sangat disayangkan. Mengingat mereka memperoleh tunjangan yang jauh lebih besar dibandingkan pegawai lainnya. Tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru tampaknya belum mencapai target melihat hasil UKG yang di bawah standar nasional sebesar 48.00 %.

Melalui Peraturan Permen PANRB No. 16 tahun 2009 tentang Fungsional Jabatan Guru alur pemberian tunjangan profesi akan dibenahi lagi. Sangat tidak adil ketika guru yang nilainya di atas 7 harus disamakan dengan guru yang mendapat nilai 2 pada uji kompetensinya. Sayangnya, selama ini yang terjadi “masa kerja” seakan menjadi tolok ukur utama. Padahal tidak berarti yang memiliki masa kerja profesional pada profesinya. Bisa jadi yang memiliki masa kerja baru beberapa tahun justru memiliki kompetensi di atas para senior di lingkungan kerjanya. Hal ini adalah kenyataan di alapangan.

Sumarna Surapranata menegaskan bahwa guru di Indonesia bukannya tidak pintar. Namun banyak hal yang masih sangat perlu dievaluasi dan ditingkatkan kembali. Sertifikasi, peningkatan kompetensi, dan pemberian tunjangan profesi memang perlu dikaji ulang agar dapat diterima oleh yang “berhak”. Sehingga tidak ada istilah “salah sasaran” yang juga merupakan wujud kekurangtelitian pemerintah dalam penetapan pemberian tunjangan bagi PNS.

Diwacanakan bagi guru dengan nilai UKG rendah akan diberikan pembinaan kembali untuk meningkatkan kualitas keprofesiannya. Pemerintah tidak menilai begitu saja dalam UKG ini. Namun ada tindak lanjut dengan diberikannya kesempatan dalam pelatihan-pelatihan yang dapat memacu kinerja selama menjalankan tugas negara.

Hal ini tentu menjadi refleksi PNS. Sebagai abdi negara, PNS dituntut kerja profesional dan ahli dalam bidang yang digelutinya. Tidak hanya “ahli”, tapi memberikan pelayanan sebaik mungkin adalah tuntutan terbesar bagi seorang PNS. Sebagai salah satu dari nilai dasar yang harus dimiliki PNS, “etika publik” harus melekat pada jiwa semua PNS. Selain “etika publik”, “kreativitas” menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Seperti mengembangkan kemampuan dalam mengoperasikan komputer dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.

Cara-cara lama dengan menerima kemampuan yang dimiliki tidaklah layak melekat pada diri PNS. PNS adalah jiwa yang berkembang. Artinya, seorang PNS tidak pernah puas untuk selalu mengembangkan dan mengikuti perkembangan zaman. Apalagi di zaman digital seperti ini. Ketika guru tidak mau belajar. Maka jangan salahkan siswa jika mereka tahu lebih luas daripada gurunya. Karena berbagai macam informasi bisa dicari melalui internet hanya dalam beberapa detik. Membuka halaman demi halaman buku dianggap kuno dan ketinggalan zaman. Oleh karena itu, hasil Uji Kompetensi Guru hendaknya dapat menjadi “pacuan” bukan “pukulan”.



One Response to “Tunjangan Profesi 2016 Diperketat”
  1. Basar October 14, 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *