Berikut Ini Adalah Besaran Santunan Kematian Taspen

Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di bidang asuransi tabungan hari tua dan dana pensiun Pegawai Negeri Sipil, yaitu PT Taspen telah didirikan sejak tahun 1963 silam.

Taspen memang dibentuk secara khusus untuk menangani kesejahteraan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia. Sehingga semua pekerja tersebut memiliki jaminan ketika masuk pada masa pensiun dan tidak produktif.

besaran santunan kematian taspen

Produk Taspen

Tidak hanya program pensiun dan tabungan hari tua, taspen juga memberikan layanan asuransi seperti Jaminan Kecelakaan Kerja juga Program Jaminan Kematian.

Jaminan Kecelakaan Kerja

Untuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) diberikan sebagai jaminan untuk peserta, atas segala jenis musibah yang berkaitan dengan penyakit akibat pekerjaan dan kecelakaan ketika sedang melakukan pekerjaan.

Ada pun jumlah iuran program ini adalah sejumlah Gaji Pegawai x 0,24%, yang wajib dibayarkan setiap bulannya dan ditanggung oleh pemberi kerja. Lantas siapa saja yang berhak mendapatkan JKK:

  • Pejabat negara
  • Anggota DPRD.
  • PNS serta calon PNS kecuali yang berada di Kementerian Pertahanan dan Keamanan
  • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)

Bentuk manfaat yang didapatkan dari JKK adalah perawatan lengkap di rumah sakit yang meliputi pemeriksaan mendasar disertai perawatan intensif dan rawat inap, obat-obatan, tindakan pembedahan, hingga jasa pelayanan khusus medis dan dokter. Selain dalam bentuk perawatan, JKK juga ada dalam bentuk santunan mulai dari cacat akibat kecelakaan, kematian, biaya pemakaman, juga uang duka, termasuk pemberian bantuan beasiswa untuk anak yang orang tuanya adalah pensiunan PNS.

Baca Juga : Prosedur Jika Anda Pensiun dengan BUP

Bagi PNS yang mengalami cacat permanen, terkena PHK, PPPK yang mengalami pemutusan hubungan kerja akibat mengalami kecacatan juga mendapatkan tunjangan cacat dari JKK. Kemudian berapa Besaran santunan kematian Taspen JKK berikut penjelasannya.

  • Dimulai dengan penggantian biaya pengangkutan terhadap peserta yang mengalami kecelakaan kerja, menuju ke rumah sakit dan/ atau ke rumah Peserta yang juga termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan kerja. Untuk angkutan paling besar Rp1.300.000 baik melalui jalur darat, sungai atau danau. Untuk laut paling besar Rp1.950.000 dan udara paling besar Rp3.250.000.
  • Santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (SSTMB) akibat kecelakaan kerja adalah 100% x gaji terakhir. Yang diberikan setiap bulan sampai dinyatakan mampu bekerja kembali. SSTMB diberikan paling lama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang selama 6 (enam) bulan.
  • Santunan cacat sebagian anatomis, cacat sebagian fungsi, dan cacat total tetap dengan perhitungan seperti ini; Untuk santunan cacat sebagian anatomis, % sesuai tabel x 80 x Gaji terakhir Dibayarkan sekaligus Santunan cacat sebagian fungsi. Penurunan fungsi x % sesuai tabel x 80 x Gaji Dibayarkan sekaligus Santunan cacat total tetap: Santunan sekaligus = 70% x 80 x Gaji terakhir dan Santunan berkala = Rp250.000 perbulan, selama 24 bulan.
  • Penggantian biaya rehabilitasi berupa alat bantu (orthose) dan/atau alat ganti (prothese) bagi Peserta yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat kecelakaan kerja. Pembelian alat bantu hanya satu kali untuk setiap kasus dengan standar harga yang ditetapkan oleh pusat rehabilitasi rumah sakit umum pemerintah dan ditambah 40% dari harga tersebut. Adapun biaya rehabilitasi medis maksimum sebesar Rp2.600.000.
  • Berikutnya adalah penggantian biaya gigi tiruan, paling banyak sebesar Rp3.900.000.
  • Santunan kematian kerja, 60% x 80 gaji terakhir yang dibayarkan 1 (satu) kali
  • Uang duka tewas; 6x gaji terakhir
  • Biaya pemakaman sebesar Rp10.000.000 yang meliputi, peti jenazah dan perlengkapannya, tanah pemakaman dan biaya di tempat pemakaman
  • Bantuan beasiswa diberikan bagi maksimal 2 anak dari Peserta yang tewas (SD Rp.45.000.000, SMP Rp.35.000.000, SMA. Rp.25.000.000 dan Diploma/Kuliah Rp.15.000.000)

Tabungan Hari Tua (THT)

Ini adalah program asuransi Taspen yang terdiri dari Asuransi Dwiguna. Asuransi ini dikaitkan dengan usia pensiun dan ditambah dengan Asuransi Kematian. Adapun besaran santunan kematian Taspen yang bisa didapat kurang lebih seperti ini:

  • Untuk pensiunan dengan akan mendapatkan minimum 40% dan maksimum 75% dengan formula perhitungan 2,5% x Masa Kerja x gaji pokok terakhir.
  • Kemudian jika Wafat / Reguler Pensiun Janda/Duda/Yatim-Piatu berhak mendapatkan 36% dari dasar pensiun.

Ada pun manfaat asuransi kematian, pensiunan akan mendapatkan:

  • Satu kali penghasilan bagi penerima Janda/Duda tunjangan Veteran
  • Dua kali penghasilan bagi penerima tunjangan Veteran
  • Tiga kali penghasilan bagi penerima Pensiun PNS atau Pejabat Negara
  • Pensiun Janda/Duda/Yatim-Piatu, mendapatkan 72% dari gaji pokok terakhir

Nilai di atas tentunya akan berbeda pada pensiunan pejabat negara. Di mana mereka akan mendapatkan manfaat sebesar 100 persen dikalikan dengan gaji pokok terakhir. Sementara untuk Janda/Duda/Yatim/Piatu berhak atas 50 persen dari gaji pokok terakhir dan untuk orang tua tidak akan mendapatkan jaminan apapun, termasuk untuk pejabat tinggi sekalipun.

Program Pensiun

Program yang ketiga dari Taspen adalah Program Pensiun, yang memberikan penghasilan kepada penerima pensiun setiap bulannya. Sebagai jaminan dihari tua dan penghargaan atas jasa-jasa Pegawai Negeri dalam dinas Pemerintah setelah bertahun-tahun bekerja.

Besaran nominal untuk program pensiun juga diatur dalam Undang-Undang, dan akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan mengalami perubahan setiap tahunnya. Adapun iuran yang harus dilakukan oleh peserta sebelum pensiun adalah melakukan iuran sebesar 4,75 % x Penghasilan sebulan (Gaji pokok + tunjangan keluarga). Sehingga bisa mendapat manfaat sebagai berikut:

  • Pembayaran pensiun setiap bulan.
  • Uang Duka Wafat (Jika pensiunan meninggal dunia)
  • Uang Pensiun Terusan, jika masih terdapat ahli waris yang berhak mendapatkan pensiun, baik Janda/Duda/Yatim-piatu
  • Pensiun Janda/Duda/Yatim-Piatu
  1. Jaminan Kematian (JKM)

Ini adalah program Taspen yang terakhir yaitu JKM atau Jaminan Kematian yang merupakan perlindungan atas resiko kematian. Namun bukan diakibatkan karena kecelakaan kerja dan berupa Santunan Kematian. Berikutnya besaran atas JKM sendiri seperti berikut:

  • Santunan sekaligus sebesar Rp15 juta
  • Uang Duka Wafat sebesar 3 x Gaji terakhir Peserta
  • Biaya pemakaman sebesar Rp 7,5 juta
  • Beasiswa sebesar 15 juta yang diperuntukkan untuk 2 orang anak.

Ada pun kewajiban yang harus dipenuhi oleh peserta JKM adalah, membayar iuran sebesar 4,75% dari penghasilan pegawai (gaji pokok ditambah tunjangan istri dan tunjangan anak) setiap bulannya. Kemudian melaporkan perubahan data peserta dan keluarganya, dengan memberikan keterangan mengenai data diri Iuran Program JKM diterima dari Pemberi Kerja sebesar 0,30% dari gaji Peserta per bulan sampai dengan 30 Juni 2017, yang mengalami kenaikan menjadi 0,72% dari gaji peserta setiap bulan terhitung sejak 1 Juli 2017.

Demikianlah pemaparan mengenai besaran santunan kematian Taspen, berdasarkan keempat program yang dimiliki perusahaan BUMN tersebut. Selanjutnya Anda sebaiknya segera menghubungi pihak resmi PT Taspen untuk mendapatkan penjelasannya secara rinci dan terlebih bila ingin melakukan klaim

Kata Kunci Pencarian:

asuransi kematian taspen,berapa jumlah uang duka dari taspen 2021,Berapa uang Duka Wafat dari Taspen?,Besaran santunan kematian Taspen 2020,besaran uang duka wafat pensiunan taspen 2021,taspen,Uang Duka Taspen 2021

Leave a Reply

%d bloggers like this: